AUDIO DALAM MULTIMEDIA
Judul Buku : Multimedia Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan
Pengarang : Prof. Dr. Munir, M. IT.
Penerbit : Alfabeta
Tahun : 2012
Kota Terbit : Bandung
Jumlah Halaman : 459 Halaman
ISBN : 978-602-7825-04-8
A. Konsep Audio
Audio atau suara
adalah suara dalam bentuk seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa
didengar. Suara merupakan media yang ampuh untuk menyajikan informasi karena
pemakai dapat mendengar suara suatu kata dengan tepat. Suara mempunyai peranan
penting dalam proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan hidup, karena suara
merupakan salah satu nonverbal yang disebut paralinguistik. Peranan besar
nonverbal dalam proses komunikasi sangatlah besar karena mempunyai fungsi
sebagai repetisi (mengulang kembali informasi yang telah disampaikan),
substitusi (menggantikan lambing-lambang verbal), kontradiksi (memberikan makna
yang lain terhadap pesan verbal), komplemen (melengkapi dan memperkaya pesan
verbal), dan aksentuasi (menegaskan pesan verbal). Dari segi multimedia, audio
didefinisikan sebagai suara dalam bentuk digital seperti suara, musik, narasi
dan sebagainya yang bisa didengar. Suara bisa diubah kepada bentuk digital
melalui proses pendigitan diskrit (yaitu set nilai numerik) yang sesuai untuk
penyimpanan dan pemrosesan dalam komputer.
B. Kelebihan dan Kelemahan Audio
Kelebihan
audio didalam multimedia adalah :
1.
Sebagai media untuk memberikan motivasi.
2.
Untuk menyampaikan materi-materi
tertentu karena suara mendekati keadaan asli dari materi tersebut.
3.
Membantu peserta didik fokus pada materi
yang dipelajari karena cukup mendengarkan tanpa melakukan aktivitas lain yang
menuntut konsentrasi.
Kelemahan
audio didalam multimedia adalah :
1. Memerlukan
tempat penyimpanan yang besar didalam komputer.
2. Memerlukan
software dan hardware yang spesifik agar suara dapat disampaikan melalui
komputer.
C. Macam-macam Audio
Audio
atau suara dibedakan ke dalam tiga macam, yaitu :
1. Percakapan
berupa suara dari orang yang berbicara.
2. Musik
berupa suara yang dihasilkan oleh alat-alat musik, baik alat musik akustik,
elektronik maupun synthesizer.
3. Efek
suara merupakan suara selain percakapan dan musik, misalnya suara pesawat
terbang, suara mobil dan suara gelas pecah.
Dalam
perkembangannya, ada beberapa macam audio, diantaranya :
1. Audiovisual
adalah perangkat sound system yang dilengkapi dengan penampilan gambar, biasanya
digunakan untuk presentasi.
2. Audio
streaming adalah istilah yang dipergunakan untuk mendengarkan siaran secara
langsung melalui internet.
3. Audio
respons adalah suara yang dihasilkan oleh komputer.
4. Audio
Modem Riser adalah sebuah kartu plug-in untuk
motherboard Intel yang memuat sirkuit audio atau sirkuit modem.
D. Frekuensi, Amplitudo dan Velocity
Audio
adalah gelombang suara yang bisa didengar dan dimengerti oleh telinga manusia. Suara
adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda. Getaran suatu benda
yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu
terhadap waktu. Contoh suara periodik adalah instrument musik, nyanyian burung
dan lain-lain. Contoh suara non periodik adalah batuk, percikan ombak dan
lain-lain. Suara berkaitan erat dengan frekuensi, amplitudo, dan velocity.
1.
Frekuensi
Frekuensi
adalah banyaknya periode dalam 1 detik. Satuannya adalah Hertz. Panjang
gelombang suara dirumuskan c/f. c = kecepatan rambat suara, f = frekuensi.
Pendengaran manusia 20 Hz – 20 KHz. Manusia membuat suara dengan frekuensi 50
Hz – 10 KHz. Sinyal suara musik memiliki frekuensi 20 Hz – 20 KHz. Suara yang
berada pada rentang pendengaran manusia sebagai audio dan gelombangnya sebagai accoustic signals. Suara diluar rentang
pendengaran manusia dapat dikatakan sebagai noise
(getaran yang tidak teratur dan tidak berurutan dalam berbagai frekuensi,
tidak dapat didengar manusia).
Audio
terbagi menjadi dua, yaitu mono dan stereo. Mono merupakan suara melalui satu
saluran saja, sehingga suara kurang realistic dan kurang kuat. Stereo merupakan
suara melalui dua saluran, sehingga suara lebih realistic, berkualitasdan
berukuran dua kali lebih kuat dari mono.
2.
Amplitudo
Amplitudo
menunjukkan keras lemahnya suara atau tinggi rendahnya gelombang. Satuan
amplitudo adalah decibel (db) . Suara mulai dapat merusak telinga jika tingkat
volumenya lebih besar dari 85 dB dan pada ukuran 130 dB akan mampu membuat
rusak gendang telinga.
3.
Velocity
Velocity
adalah kecepatan perambatan gelombang suara sampai ke telinga pendengar. Satuan
yang digunakan m/s. Pada udara kering dengan suhu 200 C kecepatan
rambat suara sekitar 343 m/s.
E. Kualitas Suara
Audio adalah
sistem yang dapat menghasilkan suara dari analog kepada digital. Analog adalah
suara yang ingin direkam menggunakan mikrofon dan akan dialihkan menjadi
digital setelah direkam menggunakan beberapa jenis “software”. Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas suara yang baik adalah :
1. Ukuran
sampel, dimana semakin tinggi ukuran sampel maka semakin tinggi kualitas audio
itu.
2. Ukuran
sampel berkaitan dengan bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi
audio itu. Terdapat dua jenis sampel yang digunakan yaitu 8 bit atau 16 bit.
3. Saluran
yang digunakan perlu diperhatikan supaya hasil suara lebih berkualitas.
Terdapat dua jenis saluran yaitu saluran 1 dikenal dengan mono dan saluran 2
dikenal dengan stereo.
Format
file yang biasa disimpan setelah merekam suara adalah Audio Interchange File Format (AIFF
dan AIF), Musical Instrument Digital Interface (MIDI, MID, dan MFF), Resource Interchange File Digital Interface (RIFF),
Sound (SND), Wave (WAV), Sun Audio (AU),
MPEG Level 3 (MP3), dan Real Audio @ Real Media (RAM dan RA). Faktor-faktor
yang penting untuk menghasilkan suara akhir yang berkualitas baik adalah kadar
pensampelan dan resolusi.
F. Pensampelan Audio
Pensampelan atau
sampling merupakan proses pertukaran
gelombang audio dari bentuk analog ke bentuk digital. Terdapat dua faktor utama
yang mempengaruhi kualitas suatu rekaman audio digital yaitu kadar sampel dan
ukuran sampel. Kadar sampel adalah kekerapan sampel untuk suatu audio itu
diambil. Ukuran sampel adalah bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan
informasi mengenai audio tersebut.
Alat yang
melaksanakan pensampelan suatu gelombang analog untuk menghasilkan satu file
digital disebut analog-to-digital converters. Chip-chip ini biasanya sudah
tersedia di dalam sound card. Chip
ADC yaitu proses mengubah amplitudo gelombang suara ke dalam waktu interval
tertentu sehingga menghasilkan representasi digital dari suara. Sedangkan chip
DAC yaitu proses mengubah digital audio menjadi sinyal analog.
G. Penyimpanan Data Audio
Terdapat dua
cara untuk penyimpanan data audio digital yaitu secara gelombang dan MIDI.
a. Audio
berbentuk gelombang / digital audio adalah audio yang direkam ke bentuk digital
dan hanya disimpan dalam harddisk atau CD, selanjutnya dimainkan kembali
meneruskan sound card. Wave merupakan
format audio yang paling popular dalam sistem pengoperasian Microsoft Windows.
b. MIDI
yaitu satu bentuk antar muka untuk menghasilkan suatu audio, bermula dari satu
peristiwa seperti menekan keyboard lalu dihantarkan dari PC ke synthesizer
untuk dimainkan.
Kebaikan MIDI
dibandingkan waveform audio, antara
lain :
a. Tidak
memerlukan ruang penyimpanan yang tinggi.
b. File
format MIDI lebih baik kualitasnya.
c. Panjangnya
file MIDI bisa dimindai melalui berbagai variasi tempo tanpa menurunkan
kualitas audio tersebut.
Kelemahan MIDI dibandingkan waveform audio, antara lain :
a. Data
MIDI disimpan dalam bentuk nota musik.
b. MIDI
sulit digunakan untuk tujuan rekaman dialog dan suara, memerlukan keahlian dan
biaya yang tinggi.
Secara umum, MIDI
digunakan apabila :
a. Faktor
RAM yang minimum.
b. Mempunyai
sumber audio MIDI yang berkualitas tinggi.
c. Tidak
memerlukan dialog.
Waveform
Audio digunakan apabila :
a. Mengembangkan
aplikasi multimedia yang melibatkan narasi, rekaman suara dan dialog.
b. Tidak
mempunyai kuasa dalam menentukan jenis sistem untuk main balik.
c. Mempunyai
sumber perkomputeran untuk menguruskan file dalam bentuk digital.
H. Format Audio Dalam Multimedia
Kemampuan dasar audio
yang harus dimiliki PC multimedia antara lain :
1. Membuat
dan mensintesis audio.
2. Menangkap
audio dari dunia luar yang didengar dari CD.
3. Mengendalikan
audio yang dibuat dari instrument elektronik.
4. Memainkan
kembali audio tersebut lewat speaker.
Format audio adalah :
1. Type
file = .aiff (Audio Interchange File
Format).
2. Type
file = .au dan .snd.
3. Type
file = .ra atau .rm (Real Audio).
4. Type
file = .mp3 (MPEG Audio Layer 3).
5. Type
file = .mov (Quicktime Movie).
6. Type
file = .swa (Shockwave Audio).
7. Type
file = .asf (Advance Streaming Format).
I.
Alat
Input dan Output Audio
Alat input dan output audio terdiri
dari Audio add-on card dan MIDI Interface. Audio add-on card adalah audio card
yang disisipkan pada motherboard PC.
a. Alat
input audio
Audio add-on card dapat mengambil
input analog, misalnya mikrofon kemudian dibuat digital serta dapat disimpan.
Audio yang telah berbentuk digital dapat dimanipulasi, diedit dan digabungkan
dengan aplikasi multimedia.
b. Alat
output audio
Ada 2 tipe dari alat output suara
yaitu unit voice response dan unit speech synthesis. Unit voice response digunakan untuk
reproduksi suara manusia dan suara lainnya, memilih output dari rekaman kata,
frase, musik, alarm atau sesuatu yang dapat direkam dengan pita audio. Speech synthesis merupakan konversi dari
data mentah ke elektronik menghasilkan suara yang dikenal dalam lingkungan
mikrokomputer. Untuk menampilkan suara dibutuhkan speaker.
Terminal merupakan alat yang
berfungsi sebagai input dan output audio. Terminal dikelompokkan dalam 2
fungsi, yaitu terminal yang berfungsi umum adalah video displays terminal, dumb
terminal, X terminal, dan telepon. Sedangkan terminal yang berfungsi khusus
adalah Automatic Teller Machine (ATM), dan Point Of Sale (POS).
J.
Kompresi
Audio
Kompresi file
ini digunakan untuk mengubah ukuran file audio. Kompresi audio adalah salah
satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file audio
dengan metode, yaitu :
a. Kompresi
Audio Lossless
Menghasilkan
representasi data digital yang dapat diperluas ke tempat digital duplikat dari
stream audio asli dan menghasilkan 50-60% dari ukuran asli. Kelemahannya adalah
sulit untuk menjaga semua data dalam aliran audio dan mencapai kompresi
substansial, nilai-nilai dari audio sample berubah sangat cepat.
b. Kompresi
Audio Lossy
Menggunakan
psychoacoustics untuk mengakui bahwa tidak semua data dalam aliran audio dapat
dirasakan oleh sistem pendengaran manusia. Kelemahannya adalah data akan
dihapus selama kompresi lossy dan tidak dapat dipulihkan oleh dekompresi, dan
mengakibatkan pengurangan persepsi kualitas audio yang berkisar dari tidak ada
sampai rusak.
Adapun metode
kompresi audio adalah sebagai berikut :
1. Metode
Transformasi, yaitu untuk mengkonversi domain waktu gelombang sampel menjadi
transformasi domain.
2. Metode
Waktu, yaitu menggunakan model generator suara untuk memutihkan sinyal audio
sebelum kuantisasi.
K. Audio Dalam Multimedia Pembelajaran
Pemanfaatan
media audio dalam pembelajaran dipergunakan dalam :
1. Pembelajaran
music literary dan kegiatan
dokumentasi.
2. Pembelajaran
bahasa asing.
3. Pembelajaran
melalui radio pendidikan.
Dalam multimedia
pembelajaran berbasis unsur audio tidak dapat dipisahkan dengan unsur visual,
audio juga sebagai unsur penarik perhatian peserta didik agar menyimak isi
pesan yang dikomunikasikan, dan dapat dimanfaatkan untuk memperkaya imajinasi
dengan cara menghadirkan theatre of mind agar
isi materi pelajaran lebih dihayati oleh peserta didik.
Unsur audio
dalam multimedia pembelajaran dapat berupa dialog, narasi, monolog, sound/special
efek dan ilustrasi musik. Monolog adalah ungkapan verbal yang dilontarkan
secarasearah oleh salah satu pemeran. Narasi adalah ungkapan verbal yang
disampaikan oleh narator berfungsi sebagai penyampai informasi. Sound / special
efek adalah efek audio yang dihasilkan secara artifisial dan dipergunakan
sebagai efek tambahan untuk pendukung ilustrasi suasana dari materi
pembelajaran. Musik berfungsi sebagai pendukung suasana yang mengarah dalam
multimedia pembelajaran.
Media audio
dalam pembelajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang
dapat merangsang pikiran, perasaan, kemauan, dan perhatian peserta didik
sehingga terjadi proses belajar mengajar. Kecakapan-kecakapan yang bisa dicapai
meliputi hal-hal sebagai berikut :
a. Pemusatan
perhatian dan mempertahankan pemusatan perhatian.
b. Mengikuti
pengarahan.
c. Digunakan
untuk melatih daya analisis peserta didik dari apa yang mereka dengar.
d. Perolehan
arti dari suatu konteks.
e. Memisahkan
kata yang relevan dan tidak relevan.
f. Mengingat
dan mengemukakan kembali ide dari sesuatu yang didengar.
Kelemahan atau
kekurangan media audio adalah sebagai berikut :
1. Memerlukan
suatu pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu.
2. Media
audio yang menampilkan simbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah
abstrak.
3. Karena
abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan
penguasaan perbendaharaan kata.
4. Media
ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai
kemampuan dalam berpikir abstrak.
5. Penampilan
melalui ungkapan perasaan atau simbol analog lainnya dalam bentuk suara harus
disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada penerima.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar