Sabtu, 27 Oktober 2018

Pertemuan 4 Dasar-Dasar Multimedia Tentang Audio


AUDIO DALAM MULTIMEDIA

Judul Buku : Multimedia Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan
Pengarang : Prof. Dr. Munir, M. IT.
Penerbit : Alfabeta
Tahun : 2012
Kota Terbit : Bandung
Jumlah Halaman : 459 Halaman
ISBN : 978-602-7825-04-8

A. Konsep Audio
            Audio atau suara adalah suara dalam bentuk seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa didengar. Suara merupakan media yang ampuh untuk menyajikan informasi karena pemakai dapat mendengar suara suatu kata dengan tepat. Suara mempunyai peranan penting dalam proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan hidup, karena suara merupakan salah satu nonverbal yang disebut paralinguistik. Peranan besar nonverbal dalam proses komunikasi sangatlah besar karena mempunyai fungsi sebagai repetisi (mengulang kembali informasi yang telah disampaikan), substitusi (menggantikan lambing-lambang verbal), kontradiksi (memberikan makna yang lain terhadap pesan verbal), komplemen (melengkapi dan memperkaya pesan verbal), dan aksentuasi (menegaskan pesan verbal). Dari segi multimedia, audio didefinisikan sebagai suara dalam bentuk digital seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa didengar. Suara bisa diubah kepada bentuk digital melalui proses pendigitan diskrit (yaitu set nilai numerik) yang sesuai untuk penyimpanan dan pemrosesan dalam komputer.   

B.  Kelebihan dan Kelemahan Audio
Kelebihan audio didalam multimedia adalah :
1.   Sebagai media untuk memberikan motivasi.
2.   Untuk menyampaikan materi-materi tertentu karena suara mendekati keadaan asli dari materi tersebut.
3.   Membantu peserta didik fokus pada materi yang dipelajari karena cukup mendengarkan tanpa melakukan aktivitas lain yang menuntut konsentrasi.
Kelemahan audio didalam multimedia adalah :
1.   Memerlukan tempat penyimpanan yang besar didalam komputer.
2.   Memerlukan software dan hardware yang spesifik agar suara dapat disampaikan melalui komputer.

C. Macam-macam Audio
Audio atau suara dibedakan ke dalam tiga macam, yaitu :
1.   Percakapan berupa suara dari orang yang berbicara.
2.   Musik berupa suara yang dihasilkan oleh alat-alat musik, baik alat musik akustik, elektronik maupun synthesizer.
3.   Efek suara merupakan suara selain percakapan dan musik, misalnya suara pesawat terbang, suara mobil dan suara gelas pecah.
Dalam perkembangannya, ada beberapa macam audio, diantaranya :
1.   Audiovisual adalah perangkat sound system yang dilengkapi dengan penampilan gambar, biasanya digunakan untuk presentasi.
2.   Audio streaming adalah istilah yang dipergunakan untuk mendengarkan siaran secara langsung melalui internet.
3.   Audio respons adalah suara yang dihasilkan oleh komputer.
4.   Audio Modem Riser adalah sebuah kartu plug-in untuk motherboard Intel yang memuat sirkuit audio atau sirkuit modem.

D. Frekuensi, Amplitudo dan Velocity
Audio adalah gelombang suara yang bisa didengar dan dimengerti oleh telinga manusia. Suara adalah fenomena fisik yang dihasilkan oleh getaran benda. Getaran suatu benda yang berupa sinyal analog dengan amplitudo yang berubah secara kontinyu terhadap waktu. Contoh suara periodik adalah instrument musik, nyanyian burung dan lain-lain. Contoh suara non periodik adalah batuk, percikan ombak dan lain-lain. Suara berkaitan erat dengan frekuensi, amplitudo, dan velocity.
1.   Frekuensi
Frekuensi adalah banyaknya periode dalam 1 detik. Satuannya adalah Hertz. Panjang gelombang suara dirumuskan c/f. c = kecepatan rambat suara, f = frekuensi. Pendengaran manusia 20 Hz – 20 KHz. Manusia membuat suara dengan frekuensi 50 Hz – 10 KHz. Sinyal suara musik memiliki frekuensi 20 Hz – 20 KHz. Suara yang berada pada rentang pendengaran manusia sebagai audio dan gelombangnya sebagai accoustic signals. Suara diluar rentang pendengaran manusia dapat dikatakan sebagai noise (getaran yang tidak teratur dan tidak berurutan dalam berbagai frekuensi, tidak dapat didengar manusia).
Audio terbagi menjadi dua, yaitu mono dan stereo. Mono merupakan suara melalui satu saluran saja, sehingga suara kurang realistic dan kurang kuat. Stereo merupakan suara melalui dua saluran, sehingga suara lebih realistic, berkualitasdan berukuran dua kali lebih kuat dari mono.
2.    Amplitudo
Amplitudo menunjukkan keras lemahnya suara atau tinggi rendahnya gelombang. Satuan amplitudo adalah decibel (db) . Suara mulai dapat merusak telinga jika tingkat volumenya lebih besar dari 85 dB dan pada ukuran 130 dB akan mampu membuat rusak gendang telinga.
3.   Velocity
Velocity adalah kecepatan perambatan gelombang suara sampai ke telinga pendengar. Satuan yang digunakan m/s. Pada udara kering dengan suhu 200 C kecepatan rambat suara sekitar 343 m/s.

E.  Kualitas Suara
Audio adalah sistem yang dapat menghasilkan suara dari analog kepada digital. Analog adalah suara yang ingin direkam menggunakan mikrofon dan akan dialihkan menjadi digital setelah direkam menggunakan beberapa jenis “software”. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan untuk memastikan kualitas suara yang baik adalah :
1.   Ukuran sampel, dimana semakin tinggi ukuran sampel maka semakin tinggi kualitas audio itu.
2.   Ukuran sampel berkaitan dengan bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi audio itu. Terdapat dua jenis sampel yang digunakan yaitu 8 bit atau 16 bit.
3.   Saluran yang digunakan perlu diperhatikan supaya hasil suara lebih berkualitas. Terdapat dua jenis saluran yaitu saluran 1 dikenal dengan mono dan saluran 2 dikenal dengan stereo.
Format file yang biasa disimpan setelah merekam suara adalah Audio Interchange File Format (AIFF dan AIF), Musical Instrument Digital Interface (MIDI, MID, dan MFF), Resource Interchange File Digital Interface (RIFF), Sound (SND), Wave (WAV), Sun Audio (AU), MPEG Level 3 (MP3), dan Real Audio @ Real Media (RAM dan RA). Faktor-faktor yang penting untuk menghasilkan suara akhir yang berkualitas baik adalah kadar pensampelan dan resolusi.

F.  Pensampelan Audio
Pensampelan atau sampling merupakan proses pertukaran gelombang audio dari bentuk analog ke bentuk digital. Terdapat dua faktor utama yang mempengaruhi kualitas suatu rekaman audio digital yaitu kadar sampel dan ukuran sampel. Kadar sampel adalah kekerapan sampel untuk suatu audio itu diambil. Ukuran sampel adalah bilangan bit yang digunakan untuk menyimpan informasi mengenai audio tersebut.
Alat yang melaksanakan pensampelan suatu gelombang analog untuk menghasilkan satu file digital disebut analog-to-digital converters. Chip-chip ini biasanya sudah tersedia di dalam sound card. Chip ADC yaitu proses mengubah amplitudo gelombang suara ke dalam waktu interval tertentu sehingga menghasilkan representasi digital dari suara. Sedangkan chip DAC yaitu proses mengubah digital audio menjadi sinyal analog.

G. Penyimpanan Data Audio
Terdapat dua cara untuk penyimpanan data audio digital yaitu secara gelombang dan MIDI.
a.    Audio berbentuk gelombang / digital audio adalah audio yang direkam ke bentuk digital dan hanya disimpan dalam harddisk atau CD, selanjutnya dimainkan kembali meneruskan sound card. Wave merupakan format audio yang paling popular dalam sistem pengoperasian Microsoft Windows.
b.   MIDI yaitu satu bentuk antar muka untuk menghasilkan suatu audio, bermula dari satu peristiwa seperti menekan keyboard lalu dihantarkan dari PC ke synthesizer untuk dimainkan.
Kebaikan MIDI dibandingkan waveform audio, antara lain :
a.    Tidak memerlukan ruang penyimpanan yang tinggi.
b.   File format MIDI lebih baik kualitasnya.
c.    Panjangnya file MIDI bisa dimindai melalui berbagai variasi tempo tanpa menurunkan kualitas audio tersebut.
 Kelemahan MIDI dibandingkan waveform audio, antara lain :
a.    Data MIDI disimpan dalam bentuk nota musik.
b.   MIDI sulit digunakan untuk tujuan rekaman dialog dan suara, memerlukan keahlian dan biaya yang tinggi.
Secara umum, MIDI digunakan apabila :
a.    Faktor RAM yang minimum.
b.   Mempunyai sumber audio MIDI yang berkualitas tinggi.
c.    Tidak memerlukan dialog.
Waveform Audio digunakan apabila :
a.    Mengembangkan aplikasi multimedia yang melibatkan narasi, rekaman suara dan dialog.
b.   Tidak mempunyai kuasa dalam menentukan jenis sistem untuk main balik.
c.    Mempunyai sumber perkomputeran untuk menguruskan file dalam bentuk digital.

H. Format Audio Dalam Multimedia
Kemampuan dasar audio yang harus dimiliki PC multimedia antara lain :
1.   Membuat dan mensintesis audio.
2.   Menangkap audio dari dunia luar yang didengar dari CD.
3.   Mengendalikan audio yang dibuat dari instrument elektronik.
4.   Memainkan kembali audio tersebut lewat speaker.
Format audio adalah :
1.   Type file = .aiff (Audio Interchange File Format).
2.   Type file = .au dan .snd.
3.   Type file = .ra atau .rm (Real Audio).
4.   Type file = .mp3 (MPEG Audio Layer 3).
5.   Type file = .mov (Quicktime Movie).
6.   Type file = .swa (Shockwave Audio).
7.   Type file = .asf (Advance Streaming Format).

I.    Alat Input dan Output Audio
Alat input dan output audio terdiri dari Audio add-on card dan MIDI Interface. Audio add-on card adalah audio card yang disisipkan pada motherboard PC.
a.    Alat input audio
Audio add-on card dapat mengambil input analog, misalnya mikrofon kemudian dibuat digital serta dapat disimpan. Audio yang telah berbentuk digital dapat dimanipulasi, diedit dan digabungkan dengan aplikasi multimedia.
b.   Alat output audio
Ada 2 tipe dari alat output suara yaitu unit voice response dan unit speech synthesis. Unit voice response digunakan untuk reproduksi suara manusia dan suara lainnya, memilih output dari rekaman kata, frase, musik, alarm atau sesuatu yang dapat direkam dengan pita audio. Speech synthesis merupakan konversi dari data mentah ke elektronik menghasilkan suara yang dikenal dalam lingkungan mikrokomputer. Untuk menampilkan suara dibutuhkan speaker.
Terminal merupakan alat yang berfungsi sebagai input dan output audio. Terminal dikelompokkan dalam 2 fungsi, yaitu terminal yang berfungsi umum adalah video displays terminal, dumb terminal, X terminal, dan telepon. Sedangkan terminal yang berfungsi khusus adalah Automatic Teller Machine (ATM), dan Point Of Sale (POS).

J.   Kompresi Audio
Kompresi file ini digunakan untuk mengubah ukuran file audio. Kompresi audio adalah salah satu bentuk kompresi data yang bertujuan untuk mengecilkan ukuran file audio dengan metode, yaitu :
a.    Kompresi Audio Lossless
Menghasilkan representasi data digital yang dapat diperluas ke tempat digital duplikat dari stream audio asli dan menghasilkan 50-60% dari ukuran asli. Kelemahannya adalah sulit untuk menjaga semua data dalam aliran audio dan mencapai kompresi substansial, nilai-nilai dari audio sample berubah sangat cepat.
b.   Kompresi Audio Lossy
Menggunakan psychoacoustics untuk mengakui bahwa tidak semua data dalam aliran audio dapat dirasakan oleh sistem pendengaran manusia. Kelemahannya adalah data akan dihapus selama kompresi lossy dan tidak dapat dipulihkan oleh dekompresi, dan mengakibatkan pengurangan persepsi kualitas audio yang berkisar dari tidak ada sampai rusak.
Adapun metode kompresi audio adalah sebagai berikut :
1.   Metode Transformasi, yaitu untuk mengkonversi domain waktu gelombang sampel menjadi transformasi domain.
2.   Metode Waktu, yaitu menggunakan model generator suara untuk memutihkan sinyal audio sebelum kuantisasi.

K. Audio Dalam Multimedia Pembelajaran
Pemanfaatan media audio dalam pembelajaran dipergunakan dalam :
1.   Pembelajaran music literary dan kegiatan dokumentasi.
2.   Pembelajaran bahasa asing.
3.   Pembelajaran melalui radio pendidikan.
Dalam multimedia pembelajaran berbasis unsur audio tidak dapat dipisahkan dengan unsur visual, audio juga sebagai unsur penarik perhatian peserta didik agar menyimak isi pesan yang dikomunikasikan, dan dapat dimanfaatkan untuk memperkaya imajinasi dengan cara menghadirkan theatre of mind agar isi materi pelajaran lebih dihayati oleh peserta didik.
Unsur audio dalam multimedia pembelajaran dapat berupa dialog, narasi, monolog, sound/special efek dan ilustrasi musik. Monolog adalah ungkapan verbal yang dilontarkan secarasearah oleh salah satu pemeran. Narasi adalah ungkapan verbal yang disampaikan oleh narator berfungsi sebagai penyampai informasi. Sound / special efek adalah efek audio yang dihasilkan secara artifisial dan dipergunakan sebagai efek tambahan untuk pendukung ilustrasi suasana dari materi pembelajaran. Musik berfungsi sebagai pendukung suasana yang mengarah dalam multimedia pembelajaran.
Media audio dalam pembelajaran adalah bahan yang mengandung pesan dalam bentuk auditif yang dapat merangsang pikiran, perasaan, kemauan, dan perhatian peserta didik sehingga terjadi proses belajar mengajar. Kecakapan-kecakapan yang bisa dicapai meliputi hal-hal sebagai berikut :
a.    Pemusatan perhatian dan mempertahankan pemusatan perhatian.
b.   Mengikuti pengarahan.
c.    Digunakan untuk melatih daya analisis peserta didik dari apa yang mereka dengar.
d.   Perolehan arti dari suatu konteks.
e.    Memisahkan kata yang relevan dan tidak relevan.
f.    Mengingat dan mengemukakan kembali ide dari sesuatu yang didengar.
Kelemahan atau kekurangan media audio adalah sebagai berikut :
1.   Memerlukan suatu pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu.
2.   Media audio yang menampilkan simbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak.
3.   Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan perbendaharaan kata.
4.   Media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berpikir abstrak.
5.   Penampilan melalui ungkapan perasaan atau simbol analog lainnya dalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada penerima.


Senin, 22 Oktober 2018

PERTEMUAN 3 DASAR-DASAR MULTIMEDIA TENTANG TEKS


   MATERI TENTANG TEKS

a. Pengertian Teks
Teks merupakan media yang paling umum digunakan dalam penyajian informasi. Teks dapat disajikan dalam berbagai bentuk font maupun ukuran. Sejarah teks sejak 6000 tahun yang lalu, manusia sudah berusaha untuk membuat simbol-simbol visual yang mewakili makna tertentu. Simbol ini selalu berbentuk gambar yang merepresentasikan objek fisik yang ditemui dalam kehidupan manusia. Asal-usul bentuk huruf adalah mengikuti bentuk pilar-pilar bangunan di Yunani Kuno. Seperti diketahui bagian atas dan bawah tiang pilar memang lebih besar agar bisa membuat pilar lebih kokoh, contoh : font Times New Roman, Bodoni, Garamond, atau Egyptian font sans serif.
Simbol seperti ini bisa disebut dengan huruf piktograf. Bentuk huruf piktograf yang dipakai di Mesir ribuan tahun yang lalu terkenal dengan sebutan Hirogrif. Kata atau symbol dalam bentuk apapun, lisan maupun tulisan merupakan system komunikasi yang paling umum digunakan. Oleh karena itu, teks merupakan elemen visual yang vital dalam produk multimedia. Keberadaan teks dalam media harus memiliki arti, baik berupa kata maupun kalimat. Jadi kejelasan arti dan kepadatan kata menjadi pertimbangan utama pemakaian elemen teks. Huruf dan tulisan memiliki arti amat penting bagi manusia. Huruf adalah cara manusia berkomunikasi secara visual. Teks dalam bentuk kata, kalimat dan paragraph digunakan untuk mengkomunikasikan pikiran, ide dan fakta di dalam hampir semua aspek kehidupan.

Huruf èKata èKalimat è Paragraf è Bab è Tesis

Produk multimedia bergantung kepada teks untuk :
1.       Menjelaskan bagaimana aplikasi bekerja.
2.       Memandu pengguna saat menggunakan aplikasi.
3.       Menginformasikan bagaimana aplikasi di desain.
Dari semua elemen multimedia, teks adalah yang paling mudah untuk dimanipulasi. Pedoman umum, yaitu :
a.       Jadilah ringkas.
b.      Gunakan font yang sesuai.
c.       Mempertimbangkan jenis style yang berbeda.
d.      Konsisten.
e.      Membuat teks dapat dibaca.
f.        Gunakan pengendalian.
g.       Teks dalam jumlah besar, alternatif gunakan animasi, video dan narasi.

B.      Kelebihan Teks
1.       Relatif murah.
2.       Menggambarkan ide lebih efektif.
3.       Menjelaskan media yang lain.
4.       Kerahasiaan terjaga.
5.       Mudah diubah atau diganti.

C.      Kelemahan Teks
1.       Kurang di ingat dibandingkan media visual.
2.       Memerlukan perhatian yang lebih.
3.       Dapat terjadi ambiguitas.

D.      Teknik Teks
Dasar dari teks adalah karakter : alfabet, angka dan karakter khusus. Kategori elemen teks :
a.       Alphabet : A – Z
b.      Numbers : 0 – 9
c.       Special characters :
d.      Punctuation [ . , : ; ,, “ … ]
e.      Sign or Symbols [ * & ^ ? ! / \ ~ @ - _ ]
f.        Termasuk juga ikon khusus, matematik simbol  dan tulisan Yunani.

E.       Tipografi
Tipografi merupakan seni memilih dan menata huruf pada ruang untuk menciptakan kesan khusus sehingga pembaca akan dapat membaca semaksimal mungkin fonts dan point. Perkembangan tipografi mengalami perkembangan dari cara manual atau dengan tangan hingga menggunakan komputer. Berikut ini adalah prinsip tipografi, yaitu :
1.       Legibility : Kualitas pada huruf tersebut dapat dibaca.
2.       Readibility : Penggunaan huruf dengan memperhatikan hubungannya dengan huruf lain sehingga terbaca.
3.       Visibility : Kemampuan suatu huruf, kata, kalimat dalam suatu karya komunikasi visual dapat terbaca dalam jarak tertentu.
4.       Clarity : Kemampuan huruf-huruf dalam karya desain dapat dibaca dan dimengerti oleh pengamat yang dituju.

F.       Karakter Teks
a.       Vertical, stroke vertical sebagai stroke utama. Contoh : E, F, H, I, L, T.
b.      Curved, stroke utama melengkung. Contoh : C, O, Q, S.
c.       Oblique, stroke utama diagonal. Contoh : A, K, M, N, V, W, X, Y Z.
d.      Combination, stroke utama antara vertical dan melengkung. Contoh : B, D, G, J, P, R, U.

G.     Kelompok Teks dari Sudut Negatif
1.       Ruang negatif sudut lengkung, contoh : B, C, D, G, O, P, Q, R, S, U.
2.       Ruang negatif sudut segitiga, contoh : A, K, M, N, V, W, X, Y, Z.
3.       Ruang negatif sudut persegi, contoh : E, F, H, I, L, T.

H.      Kelompok Teks dari Sudut Geometri
1.       Kelompok garis tegak datar, contoh : E, F, H, I, L, T.
2.       Kelompok garis tegak miring, contoh : K, A, M, N, V, W, X, Y, Z.
3.       Kelompok garis tegak lengkung, contoh : B, D, G, J, P, R, U.
4.       Kelompok garis lengkung, contoh : C, O, Q, S.

I.        Efek Teks
Sejumlah efek yang berguna untuk memberikan perhatian atau fokus pembacaan bagi pengguna pada suatu konten multimedia, yaitu :
a.        UPPERCASE and lower letter.
b.      Bold, Italic, Underline.
c.       Superscript, subscript.
d.      Embossed or shadow.
e.      Colours.
Teks dapat digunakan secara efektif apabila dapat mengkomunikasikan data, menjelaskan konsep dan ide, dan memperjelas media yang lain.