Jumat, 23 November 2018

UTS DASAR-DASAR MULTIMEDIA


NAMA : Vina Marcia
NIM : 18862027
1.     
 

Multimedia dapat menjelaskan bagaimana aplikasi bekerja, memandu pengguna saat menggunakan aplikasi dan menginformasikan bagaimana aplikasi di desain.
Berdasarkan pernyataan diatas dapat dijelaskan bahwa penggunaan teks dalam produk multimedia biasanya banyak bergantung kepada kreativitas pengguna sendiri, teks selalu digunakan untuk menghantarkan informasi dan untuk kegunaan antarmuka pengguna.  Namun teks masih sebagai mekanisme utama untuk penerangan, menu dan petunjuk kepada pengguna. Walaupun produk multimedia mengandung gambar, audio dan video tetapi masih memerlukan teks untuk memantapkan lagi penyampaian. Teks digunakan dengan berbagai tujuan, antara lain : pengenalan pada suatu objek seperti gambar atau label untuk suatu program, menghantarkan informasi dalam bentuk penjelasan mengandung sebagian besar berisi teks, dan membiasakan pengguna melakukan aplikasi.
Penggunaan teks dalam pengembangan sebuah aplikasi multimedia perlu memperhatikan cara berikut ini :
a.       Penggunaan teks yang diringkas tetapi padat.
b.      Gunakan font yang sesuai.
c.       Pastikan teks bisa dibaca.
d.      Pemilihan gaya tulisan dan warna teks.
e.       Pemilihan font dan konsep secara konsisten.
Namun demikian, teks dalam jumlah besar alternatifnya cukup gunakan animasi, video, dan narasi untuk menghemat penggunaan data di dalam suatu aplikasi.

2.       

Parameter lain untuk mengukur suara adalah amplitudo. Elemen audio dalam system multimedia meliputi suara, musik, dan efek suara. Suara dalam multimedia digunakan dalam berbagai macam antara lain suara dari pengisi suara, percakapan antara satu orang dengan yang lainnya yang tidak terlihat di layar multimedia. Ibarat dua sisi mata uang, dalam multimedia pembelajaran berbasis unsur audio tidak dapat dipisahkan dengan unsur visual. Dari pertimbangan kekurangan media audio yang bersifat abstrak, yang tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan perbendaharaan kata-kata atau bahasa serta susunan kalimat, sehingga bisa terjadi ketidakmengertian dan bahkan kesalahpahaman, maka manfaatnya memerlukan bantuan pengarahan dari media lainnya seperti media teks, video, dan animasi sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dipunyai pendengar sebelumnya akan membantu terhadap keberhasilan penampilannya dan membuat siswa mengerti dalam menanggapi media audio yang disampaikan.

3.       

Menurut Agnew dan Kellerman (1996) mendefinisikan video sebagai media digital yang menunjukkan susunan atau urutan gambar-gambar dan memberikan ilusi, gambaran serta fantasi pada gambar yang bergerak. Sedangkan audio adalah suara dalam bentuk digital seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa didengar. Suara juga merupakan media ampuh untuk menyajikan informasi tertentu. Sehingga dalam penyampaian pesan, video disertai audio dapat lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan media teks, dikarenakan kelebihan video di dalam multimedia adalah :

a.       Menjelaskan keadaan nyata dari suatu proses, fenomena atau kejadian.
b.      Sebagai bagian terintegrasi dengan media lain seperti audio sehingga dapat memperkaya penyajian atau penjelasan.
c.       Pengguna dapat melakukan pengulangan pada bagian-bagian tertentu untuk melihat gambaran yang lebih fokus.
d.      Sangat cocok untuk mengajarkan materi dalam ranah psikomotorik.
e.       Kombinasi video dan audio dapat lebih efektif dan lebih cepat menyampaikan pesan dibandingkan media teks, karena teks cenderung lebih banyak bacaannya yang menyebabkan siswa merasa bosan ketika membaca tetapi dengan video siswa lebih tertarik dalam mendengarkan materi pembelajaran.
f.       Menunjukkan dengan jelas suatu langkah procedural (misal cara melukis suatu segitiga sama sisi dengan bantuan jangka), karena suatu materi yang membutuhkan praktek langkah-langkah lebihdimengerti apabila dijelaskan dengan video disertai audio.

4.       

Maksud dari pernyataan Hooper (2002) tentang multimedia pembelajaran berbeda dari multimedia sebagai media pembelajaran. Dikarenakan media pembelajaran melibatkan pengguna dalam aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di dalam pembelajaran sedangkan multimedia pembelajaran adalah mampu merangkum berbagai media, seperti teks, suara, gambar, grafik dan animasi dalam sajian digital. Interaktivitas bukanlah medium. Interaktivitas adalah rancangan dibalik suatu program multimedia yang memungkinkan seseorang untuk mengakses berbagai macam bentuk media atau jalur di dalam multimedia sehingga program tersebut lebih berarti dan lebih memberikan kepuasan bagi pengguna. Sehingga media presentasi tidak menuntut pengguna berinteraktivitas secara aktif di dalamnya.

5.       

Maksud dari pernyataan Hooper (2002) tentang pemanfaatan multimedia pembelajaran bahwa multimedia merupakan sarana pendukung pengiriman pesan-pesan pembelajaran (instruksional) , yaitu dengan memanfaatkan pancaindera manusia untuk menerima pesan-pesan instruksional. Penyampaian pesan pembelajaran melalui multimedia, memberikan kemudahan-kemudahan bagi peserta didik untuk dapat memahami sesuai yang diajarkan.Teknologi informasi sangat memungkinkan untuk menyiapkan aplikasi multimedia pembelajaran, sehingga keberhasilan pembelajaran dapat didukung dengan aplikasi teknologi informasi multimedia. Ada beberapa manfaat teknologi multimedia dalam proses belajar mengajar, multimedia dapat digunakan untuk membantu pendidik dalam menjelaskan suatu konsep yang sulit dijelaskan tanpa bantuan multimedia. Pemanfaatan teknologi multimedia dapat membangkitkan motivasi belajar peserta didik karena adanya multimedia membuat presentasi pembelajaran menjadi lebih menarik. Penyampaian bahan pengajaran secara interaktif dan dapat mempermudah pembelajaran karena didukung oleh berbagai aspek seperti suara, video, animasi, teks dan grafik. Maka dari itu, suatu desain instruksional di dalam multimedia pembelajaran sangatlah penting, karena dengan adanya desain instruksional memudahkan kita sebagai pendidik dalam menyampaikan materi menggunakan multimedia pembelajaran.

6.       

Ada 3 tipe pemanfaatan multimedia pembelajaran, yaitu :

a.       Multimedia digunakan sebagai salah satu unsur pembelajaran di kelas. Misal jika guru menjelaskan suatu materi melalui pengajaran di kelas atau berdasarkan suatu buku acuan, maka multimedia digunakan sebagai media pelengkap untuk menjelaskan materi yang diajarkan di depan kelas. Latihan dan tes pada tipe ini tidak diberikan dalam paket multimedia melainkan dalam bentuk print yang diberikan oleh guru.
b.      Multimedia digunakan sebagai materi pembelajaran mandiri. Pada tipe ini multimedia mungkin saja mendukung pembelajaran di kelas mungkin juga tidak. Berbeda dengan tipe yang pertama, pada tipe kedua ini seluruh kebutuhan instruksional dari pengguna dipenuhi seluruhnya di dalam paket multimedia. Artinya seluruh fasilitas bagi pembelajaran, termasuk latihan, feedback dan tes yang mendukung tujuan pembelajaran disediakan di dalam paket.
c.       Multimedia digunakan sebagai media satu-satunya di dalam pembelajaran. Dengan demikian seluruh fasilitas pembelajaran yang mendukung tujuan pembelajaran juga telah disediakan dalam paket ini.Paket semacam ini sering disebut CBL (Computer Based Learning).

7.       

Prinsip multimedia pembelajaran adalah siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Menurut Mayer ada 12 prinsip desain multimedia pembelajaran, yaitu :
a.       Prinsip Multimedia, yaitu orang belajar lebih baik dari gambar dan kata daripada kata-kata saja. Karena multimedia berarti mengkombinasikan berbagai media menjadi satu kesatuan yang harmionis.
b.      Prinsip Kesinambungan Spasial, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.
c.       Prinsip kesinambungan waktu, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian atau setelahnya.
d.      Prinsip Koherensi, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan.
e.       Prinsip Modalitas Belajar, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video daripada animasi dengan teks pada layar.
f.       Prinsip Redudansi, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video daripada animasi dan narasi dengan teks pada layar.
g.      Prinsip Personalisasi, yaitu orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif daripada kalimat yang bersifat formal.
h.      Prinsip Interaktivitas, yaitu orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan sendiri apa yang sedang dipelajarinya.
i.        Prinsip Sinyal, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan.
j.        Prinsip perbedaan individu.
k.      Prinsip praktek.
l.        Prinsip Pengandaian.

8.       

Menurut aspek multimedia pembelajaran, multimedia dapat dibagi menjadi beberapa jenis atau kategori, yaitu :
a.    Ada yang berbentuk network-online dan multimedia yang offline. Jenis jasa multimedia terdiri dari 2, yaitu berdiri sendiri seperti pengajaran konvensional dan terhubung dengan jaringan telekomunikasi seperti internet. Sistem multimedia stand alone merupakan sistem komputer multimedia yang memiliki minimal penyimpanan, alat input, VGA dan soundcard. Sistem multimedia berbasis jaringan ini harus terhubung melalui jaringan yang mempunyai bandwidth besar. Perbedaannya adalah adanya sharing sistem dan pengaksesan terhadap sumber daya yang sama. Contohnya video conference dan video broadcast. Jika bandwidth kecil maka akan menimbulkan masalah, yaitu terjadi kemacetan jaringan, penundaan, dan masalah infrastruktur yang belum siap.
b.   Multimedia pun bisa dibagi menjadi 2 kategori, yaitu multimedia linier dan interaktif. Multimedia linier adalah multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan secara sekuensial (berurutan). Contoh : TV dan film. Multimedia interaktif adalah multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh : multimedia pembelajaran interaktif, aplikasi game, dan lain-lain. Multimedia pembelajaran diartikan sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran. Multimedia itu untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, sikap, dan keterampilan) serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan belajar sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, terarah dan terkendali.
c.    Merujuk pada elemen-elemen multimedia dan operasi yang bisa dilakukan multimedia dapat dikategorikan menjadi :
-       Multimedia bukan temporal : multimedia tidak bergantung pada waktu, terdiri dari teks, grafik dan gambar.
-       Multimedia temporal : multimedia bergantung pada waktu, terdiri dari audio, video, dan animasi.

9.       

Prinsip multimedia pembelajaran adalah siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada dari kata-kata saja.
Ada 7 prinsip multimedia pembelajaran, yaitu :
a.       Prinsip Redudansi, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video daripada animasi dan narasi dengan teks pada layar.
b.      Prinsip Multimedia, yaitu orang belajar lebih baik dari gambar dan kata daripada kata-kata saja. Karena multimedia berarti mengkombinasikan berbagai media menjadi satu kesatuan yang harmionis.
c.       Prinsip Modalitas Belajar, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk video daripada animasi dengan teks pada layar.
d.      Prinsip Kesinambungan Spasial, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan atau terpisah.
e.       Prinsip Sinyal, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti penekanan yang relevan terhadap apa yang disajikan.
f.       Prinsip Personalisasi, yaitu orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang bersifat komunikatif daripada kalimat yang bersifat formal.
g.      Prinsip Koherensi, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara, video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan.

DAFTAR PUSTAKA :
Munir. 2012. Multimedia Konsep & Aplikasi dalam Pendidikan. Bandung : Alfabeta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar