NAMA
: Vina Marcia
NIM
: 18862027
1.
Multimedia
dapat menjelaskan bagaimana aplikasi bekerja, memandu pengguna saat menggunakan
aplikasi dan menginformasikan bagaimana aplikasi di desain.
Berdasarkan
pernyataan diatas dapat dijelaskan bahwa penggunaan teks dalam produk
multimedia biasanya banyak bergantung kepada kreativitas pengguna sendiri, teks
selalu digunakan untuk menghantarkan informasi dan untuk kegunaan antarmuka
pengguna. Namun teks masih sebagai mekanisme
utama untuk penerangan, menu dan petunjuk kepada pengguna. Walaupun produk
multimedia mengandung gambar, audio dan video tetapi masih memerlukan teks
untuk memantapkan lagi penyampaian. Teks digunakan dengan berbagai tujuan,
antara lain : pengenalan pada suatu objek seperti gambar atau label untuk suatu
program, menghantarkan informasi dalam bentuk penjelasan mengandung sebagian
besar berisi teks, dan membiasakan pengguna melakukan aplikasi.
Penggunaan
teks dalam pengembangan sebuah aplikasi multimedia perlu memperhatikan cara
berikut ini :
a. Penggunaan
teks yang diringkas tetapi padat.
b. Gunakan
font yang sesuai.
c. Pastikan
teks bisa dibaca.
d. Pemilihan
gaya tulisan dan warna teks.
e. Pemilihan
font dan konsep secara konsisten.
Namun demikian, teks
dalam jumlah besar alternatifnya cukup gunakan animasi, video, dan narasi untuk
menghemat penggunaan data di dalam suatu aplikasi.
2.
Parameter
lain untuk mengukur suara adalah amplitudo. Elemen audio dalam system multimedia
meliputi suara, musik, dan efek suara. Suara dalam multimedia digunakan dalam
berbagai macam antara lain suara dari pengisi suara, percakapan antara satu
orang dengan yang lainnya yang tidak terlihat di layar multimedia. Ibarat dua
sisi mata uang, dalam multimedia pembelajaran berbasis unsur audio tidak dapat
dipisahkan dengan unsur visual. Dari pertimbangan kekurangan media audio yang
bersifat abstrak, yang tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui
tingkatan penguasaan perbendaharaan kata-kata atau bahasa serta susunan
kalimat, sehingga bisa terjadi ketidakmengertian dan bahkan kesalahpahaman, maka
manfaatnya memerlukan bantuan pengarahan dari media lainnya seperti media teks,
video, dan animasi sehingga pengalaman dan pengetahuan siap dipunyai pendengar
sebelumnya akan membantu terhadap keberhasilan penampilannya dan membuat siswa
mengerti dalam menanggapi media audio yang disampaikan.
3.
Menurut
Agnew dan Kellerman (1996) mendefinisikan video sebagai media digital yang
menunjukkan susunan atau urutan gambar-gambar dan memberikan ilusi, gambaran
serta fantasi pada gambar yang bergerak. Sedangkan audio adalah suara dalam
bentuk digital seperti suara, musik, narasi dan sebagainya yang bisa didengar.
Suara juga merupakan media ampuh untuk menyajikan informasi tertentu. Sehingga
dalam penyampaian pesan, video disertai audio dapat lebih efektif dibandingkan
dengan menggunakan media teks, dikarenakan kelebihan video di dalam multimedia
adalah :
a. Menjelaskan
keadaan nyata dari suatu proses, fenomena atau kejadian.
b. Sebagai
bagian terintegrasi dengan media lain seperti audio sehingga dapat memperkaya
penyajian atau penjelasan.
c. Pengguna
dapat melakukan pengulangan pada bagian-bagian tertentu untuk melihat gambaran
yang lebih fokus.
d. Sangat
cocok untuk mengajarkan materi dalam ranah psikomotorik.
e. Kombinasi
video dan audio dapat lebih efektif dan lebih cepat menyampaikan pesan
dibandingkan media teks, karena teks cenderung lebih banyak bacaannya yang
menyebabkan siswa merasa bosan ketika membaca tetapi dengan video siswa lebih
tertarik dalam mendengarkan materi pembelajaran.
f. Menunjukkan
dengan jelas suatu langkah procedural (misal cara melukis suatu segitiga sama
sisi dengan bantuan jangka), karena suatu materi yang membutuhkan praktek
langkah-langkah lebihdimengerti apabila dijelaskan dengan video disertai audio.
4.
Maksud
dari pernyataan Hooper (2002) tentang multimedia pembelajaran berbeda dari
multimedia sebagai media pembelajaran. Dikarenakan media pembelajaran
melibatkan pengguna dalam aktivitas-aktivitas yang menuntut proses mental di
dalam pembelajaran sedangkan multimedia pembelajaran adalah mampu merangkum
berbagai media, seperti teks, suara, gambar, grafik dan animasi dalam sajian digital.
Interaktivitas bukanlah medium. Interaktivitas adalah rancangan dibalik suatu
program multimedia yang memungkinkan seseorang untuk mengakses berbagai macam
bentuk media atau jalur di dalam multimedia sehingga program tersebut lebih
berarti dan lebih memberikan kepuasan bagi pengguna. Sehingga media presentasi
tidak menuntut pengguna berinteraktivitas secara aktif di dalamnya.
5.
Maksud
dari pernyataan Hooper (2002) tentang pemanfaatan multimedia pembelajaran bahwa
multimedia merupakan sarana pendukung pengiriman pesan-pesan pembelajaran
(instruksional) , yaitu dengan memanfaatkan pancaindera manusia untuk menerima
pesan-pesan instruksional. Penyampaian pesan pembelajaran melalui multimedia,
memberikan kemudahan-kemudahan bagi peserta didik untuk dapat memahami sesuai
yang diajarkan.Teknologi informasi sangat memungkinkan untuk menyiapkan
aplikasi multimedia pembelajaran, sehingga keberhasilan pembelajaran dapat
didukung dengan aplikasi teknologi informasi multimedia. Ada beberapa manfaat
teknologi multimedia dalam proses belajar mengajar, multimedia dapat digunakan
untuk membantu pendidik dalam menjelaskan suatu konsep yang sulit dijelaskan
tanpa bantuan multimedia. Pemanfaatan teknologi multimedia dapat membangkitkan
motivasi belajar peserta didik karena adanya multimedia membuat presentasi
pembelajaran menjadi lebih menarik. Penyampaian bahan pengajaran secara
interaktif dan dapat mempermudah pembelajaran karena didukung oleh berbagai
aspek seperti suara, video, animasi, teks dan grafik. Maka dari itu, suatu
desain instruksional di dalam multimedia pembelajaran sangatlah penting, karena
dengan adanya desain instruksional memudahkan kita sebagai pendidik dalam
menyampaikan materi menggunakan multimedia pembelajaran.
6.
Ada
3 tipe pemanfaatan multimedia pembelajaran, yaitu :
a. Multimedia
digunakan sebagai salah satu unsur pembelajaran di kelas. Misal jika guru
menjelaskan suatu materi melalui pengajaran di kelas atau berdasarkan suatu
buku acuan, maka multimedia digunakan sebagai media pelengkap untuk menjelaskan
materi yang diajarkan di depan kelas. Latihan dan tes pada tipe ini tidak
diberikan dalam paket multimedia melainkan dalam bentuk print yang diberikan
oleh guru.
b. Multimedia
digunakan sebagai materi pembelajaran mandiri. Pada tipe ini multimedia mungkin
saja mendukung pembelajaran di kelas mungkin juga tidak. Berbeda dengan tipe
yang pertama, pada tipe kedua ini seluruh kebutuhan instruksional dari pengguna
dipenuhi seluruhnya di dalam paket multimedia. Artinya seluruh fasilitas bagi
pembelajaran, termasuk latihan, feedback dan tes yang mendukung tujuan
pembelajaran disediakan di dalam paket.
c. Multimedia
digunakan sebagai media satu-satunya di dalam pembelajaran. Dengan demikian
seluruh fasilitas pembelajaran yang mendukung tujuan pembelajaran juga telah
disediakan dalam paket ini.Paket semacam ini sering disebut CBL (Computer Based
Learning).
7.
Prinsip
multimedia pembelajaran adalah siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata
dan gambar daripada dari kata-kata saja (Mayer, 2009:93). Menurut Mayer ada 12
prinsip desain multimedia pembelajaran, yaitu :
a. Prinsip
Multimedia, yaitu orang belajar lebih baik dari gambar dan kata daripada
kata-kata saja. Karena multimedia berarti mengkombinasikan berbagai media menjadi
satu kesatuan yang harmionis.
b. Prinsip
Kesinambungan Spasial, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar
terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan
atau terpisah.
c. Prinsip
kesinambungan waktu, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar
terkait disajikan secara simultan dibandingkan apabila disajikan bergantian
atau setelahnya.
d. Prinsip
Koherensi, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara,
video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan.
e. Prinsip
Modalitas Belajar, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
termasuk video daripada animasi dengan teks pada layar.
f. Prinsip
Redudansi, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk
video daripada animasi dan narasi dengan teks pada layar.
g. Prinsip
Personalisasi, yaitu orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang
bersifat komunikatif daripada kalimat yang bersifat formal.
h. Prinsip
Interaktivitas, yaitu orang belajar lebih baik ketika ia dapat mengendalikan
sendiri apa yang sedang dipelajarinya.
i.
Prinsip Sinyal, yaitu orang belajar
lebih baik ketika kata-kata diikuti penekanan yang relevan terhadap apa yang
disajikan.
j.
Prinsip perbedaan individu.
k. Prinsip
praktek.
l.
Prinsip Pengandaian.
8.
Menurut
aspek multimedia pembelajaran, multimedia dapat dibagi menjadi beberapa jenis
atau kategori, yaitu :
a. Ada
yang berbentuk network-online dan multimedia yang offline. Jenis jasa
multimedia terdiri dari 2, yaitu berdiri sendiri seperti pengajaran
konvensional dan terhubung dengan jaringan telekomunikasi seperti internet.
Sistem multimedia stand alone merupakan sistem komputer multimedia yang
memiliki minimal penyimpanan, alat input, VGA dan soundcard. Sistem multimedia
berbasis jaringan ini harus terhubung melalui jaringan yang mempunyai bandwidth
besar. Perbedaannya adalah adanya sharing sistem dan pengaksesan terhadap
sumber daya yang sama. Contohnya video conference dan video broadcast. Jika
bandwidth kecil maka akan menimbulkan masalah, yaitu terjadi kemacetan
jaringan, penundaan, dan masalah infrastruktur yang belum siap.
b. Multimedia
pun bisa dibagi menjadi 2 kategori, yaitu multimedia linier dan interaktif.
Multimedia linier adalah multimedia yang tidak dilengkapi dengan alat
pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna. Multimedia ini berjalan
secara sekuensial (berurutan). Contoh : TV dan film. Multimedia interaktif
adalah multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat
dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang
dikehendaki untuk proses selanjutnya. Contoh : multimedia pembelajaran
interaktif, aplikasi game, dan lain-lain. Multimedia pembelajaran diartikan
sebagai aplikasi multimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran.
Multimedia itu untuk menyalurkan pesan (pengetahuan, sikap, dan keterampilan)
serta dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan belajar
sehingga secara sengaja proses belajar terjadi, bertujuan, terarah dan
terkendali.
c. Merujuk
pada elemen-elemen multimedia dan operasi yang bisa dilakukan multimedia dapat
dikategorikan menjadi :
-
Multimedia bukan temporal : multimedia
tidak bergantung pada waktu, terdiri dari teks, grafik dan gambar.
-
Multimedia temporal : multimedia
bergantung pada waktu, terdiri dari audio, video, dan animasi.
9.
Prinsip
multimedia pembelajaran adalah siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata
dan gambar daripada dari kata-kata saja.
Ada
7 prinsip multimedia pembelajaran, yaitu :
a. Prinsip
Redudansi, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi termasuk
video daripada animasi dan narasi dengan teks pada layar.
b. Prinsip
Multimedia, yaitu orang belajar lebih baik dari gambar dan kata daripada
kata-kata saja. Karena multimedia berarti mengkombinasikan berbagai media menjadi
satu kesatuan yang harmionis.
c. Prinsip
Modalitas Belajar, yaitu orang belajar lebih baik dari animasi dan narasi
termasuk video daripada animasi dengan teks pada layar.
d. Prinsip
Kesinambungan Spasial, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata dan gambar
terkait disandingkan berdekatan dibandingkan apabila disandingkan berjauhan
atau terpisah.
e. Prinsip
Sinyal, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata-kata diikuti penekanan yang
relevan terhadap apa yang disajikan.
f. Prinsip
Personalisasi, yaitu orang belajar lebih baik dari teks atau kata-kata yang
bersifat komunikatif daripada kalimat yang bersifat formal.
g. Prinsip
Koherensi, yaitu orang belajar lebih baik ketika kata-kata, gambar, suara,
video, animasi yang tidak perlu dan tidak relevan tidak digunakan.
DAFTAR PUSTAKA :
Munir.
2012. Multimedia Konsep & Aplikasi
dalam Pendidikan. Bandung : Alfabeta.










